Blogger templates

Powered by Blogger.

Showing posts with label Historical Tour. Show all posts

Foto-foto Yogyakarta Tempo Dulu



Foto-foto Yogyakarta Tempo Dulu

Sebelum dan Masa Kemerdekaan Indonesia


Foto-foto Yogyakarta Tempo Dulu - Pernahkan ada terpikirkan bagaimana suasana tempo dulu, zaman sebelum Indonesia atau waktu Indonesia merdeka. Zaman ketika kendaraan bermotor masih jarang, kehidupan masyarakat masih sederhana, pepohonan ada di mana-mana, tidak ada kemacetan, dan banyak lagi. Kami pun penasaran sehingga kami  mengumpulkan beberapa foto tempo dulu di Yoygakarta, hanya sekedar mengobati rasa penasaran kami. Yuk simak foto-fotanya..


Jl. Malioboro tahun 1933


Gereja Kotabaru tahun 1937


Hotel Jogja (Garuda) Tahun 1941


Pasar Beringharjo Tahun 1910


Sekolah Bangsa Jawa


Alun-alun Utara Tahun 1888


Baca JugaPesona Telaga Biru Semin
                     Ramayana Ballet
                     Candi Kontroversial di Jawa



Prajurin Keraton Kesultanan Yogyakarta Tahun 1929


Masjid Kauman Tahun 1925


Candi Prambanan Tahun 1890


Keraton Yogyakarta Tahun 1911


Stasiun Lempuyangan Tahun 1910


Rumah Sakit Panti Rapih Tahun 1956


Bank BNI (Titik 0 Kilometer) Tahun 1925


Hotel Tugu Tahun 1920


Plengkung Gading 1900an













Candi Kontroversial di Jawa


Candi Kontroversial di Jawa

Candi Sukuh


Candi Kontrovesial di Jawa (Candi Sukuh) - Jika anda mengunjungi beberapa candi yang ada di Jawa dan Yogyakarta, maka anda akan menemukan beberapa kesamaan atau kemiripan. Candi-candi yang dibangun di Jawa merupakan peninggalan kerajaan Hindu dan Budha. Namun di Kabupaten Karanganyar, terdapat sebuah Candi di lereng Gunung Lawu yang sangat unik. Candi tersebut bernama Candi Sukuh. Candi Sukuh merupakan peninggalan kerajaan Majapahit. Dibangun pada masa keruntuhan Majapahit yang saat itu diperintah oleh Prabu Brawijaya V.  

Tidak seperti candi Hindu lainnya, Candi Sukuh memiliki bentuk yang unik, dan tidak lazim. Bangunan-bangunan di komplek ini terlihat sederhana, bentuknya tidak seperti candi-candi Hindu lainnya, terlihat dengan jelas lingga dan yoni sebagai manifestasi dari simbol laki-laki dan perempuan atau simbol kesuburan. Menurut pendapat arkeolog Belanda bernama W.F. Stutterheim (1930), Candi Sukuh dibangun oleh pemahat kayu, bukan pemahat batu, pembangunan candi ini terkesan kurang rapi, dan keadaan politik pada masa itu (keruntuhan Majapahit) tidak memungkinkan untuk membangun candi yang megah.



Jika anda perhatikan, banyak bangunan maupun patung yang sudah tidak utuh. Candi utama terlihat tidak simetris / tegak lurus. Namun yang menjadikan candi ini menarik adalah bentuknya yang mirip dengan Chichen Itza peninggalan budaya maya (Meksiko) dan Inca (Peru). 

Terdapat sebuah mitos bahwasanya jika seorang perempuan yang dapat melewati anak tangga candi utama tanpa merobek kain yang dipakai, maka perempuan tersebut masih suci (perawan). Namun hal tersebut bukanlah sebuah tolok ukur yang tepat. Meskipun kita diwajibkan menggunakan kain ketika memasuki komplek  tidak semata-mata anda dapat menguji kebenaran mitos tersebut. Hal ini berbeda dengan jaman dulu. Pakaian orang Jawa jaman dulu berbeda dengan pakaian jaman sekarang. Kesucian jaman dahulu merupakan sebuah kehormatan yang sangat dijaga. Anak tangga Candi Sukuh sangat sempit dan cukup tinggi, tidak mudah untuk menaikinya. Jika anda mencoba menaikinya sebaiknya berhati hati, karna tangga tersebut hanya cukup untuk satu orang saja, jadi sebaiknya anda mengantri. 

Baca Juga :  Ramayana Ballet
                    Wisata Alam Baru di Gunung Kidul
                    Sejuknya Kawasan Wisata Kopeng

Letak Candi Sukuh berada di Lereng Gunung Lawu dengan ketinggian kurang lebih 1.186 mdpl. Udara sejuk dan dingin akan terasa pada pagi dan sore hari. Candi Sukuh berada di desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Pemandangan di sekitar Candi sukuh sangat indah, dalam perjalanan anda akan disambut dengan pemandangan hutan pinus. Sangat recomended untuk dijadikan destinasi wisata anda. 

Nama    :  Candi Sukuh
Tiket      :   IDR 7,000
                  IDR 25,000 (Foreign)

Taman Sari Watercastle

Taman Sari Water Castle

Taman Sari Watercastle

The Fragrant Garden


Taman Sari Watercastle - Pada postingan sebelumnya, kami telah membahas tentang Keraton Yogyakarta. Kali ini kami akan membahas tentang Taman Sari Watercastle. Taman Sari terletak di sebelah Barat Keraton Yoygakarta. Karena letaknya yang berdekatan dengan Keraton Yogyakarta, tidak ada salahnya anda mengunjungi Taman Sari sebagai destinasi anda selanjutnya. Apa yang menarik dari Taman Sari? Mari kita bahas lebih rinci.

Taman Sari dibangun pada tahun 1758 - 1765/9 pada awal masa berdirinya Keraton Yogyakarta yang dipimpin oleh Sultan Hamengkubuwono I. Ketika Mataram Islam terpecah menjadi 2 bagian, Sultan Hamengkubuwono I mendapat setengah wilayah Mataram Islam dan mendirikan pusat pemerintahan di sebuah area pesanggrahan (tempat beristirahat) yang dulunya dipakai sebagai tempat peristirahatan bagi rombongan Kerajaan Mataram jika ingin ke Imogiri (Makam para raja Mataram Islam). Sultan Hamengkubuwono diakui memiliki keahlian dalam bidang tata ruang. Beliau mendirikan taman dan pemandian Raja dan Putri Kerjaan. Awalnya taman yang dikenal dengan The Fragrant Garden ini memiliki luas kurang lebih 10 hektare yang memiliki sekitar 57 bangunan berupa gedung, kolam pemandian, kanal air, jembatan gantung, danau buatan, pulau buatan, serta lorong bawah air. Namun saat ini bangunan yang masih tersisa hanya di bagian barat daya kedhaton saja. 

Umbul Pasiraman


Umbul Pasiraman - Ketika anda berkunjung ke Taman Sari, anda akan melihat bangunan yang indah dan kolam yang dulunya dipakai untuk mandi para istri raja. Kolam tersebut cukup luas, terbagi menjadi 3 bagian. Dulunya kompleks ini merupakan wilayah pribadi raja dan hanya raja dan para permaisuri dan selir saja yang diperbolehkan masuk wilayah ini.


Sumur Gumuling (Underground Mosque)


Sumur Gumuling - Bangunan ini dulunya merupakan masjid yang digunakan untuk sholat. Bangunan berbentuk lingkaran yang mana di tengah bangunan terdapat 4 tangga yang yang terhubung menjadi satu dan 1 tangga yang menghubungkan antara lantai 1 dan lantai 2. Di bagian bawah tangga terdapat kolam yang digunakan untuk berwudhu (bersuci) ketika hendak sholat. Bangunan ini memiliki desain arsitektur yang unik dan hingga sekarang bangunan ini masih terpelihara. 

Gedhong Gapura Hangeng


Gedhong Gapura Hangeng - Bangunan ini merupakan pintu gerbang utama taman kerajaan. Hal ini dibuktikan dengan kemegahan dan desainnya yang mengagumkan. Namun saat ini, pintu gerbang ini tidak difungsikan lagi. Pintu masuk bagi pengunjung dialihkan ke pintu bagian timur yang dulunya merupakan pintu keluar. Pintu gerbang ini memiliki beberapa ruangan di kedua sisinya. Anda dapat masuk dan melihat ruangan-ruangan tersebut. 

Pulo Kenongo (Pulau Kenanga)


Pulo Kenongo - Jika anda perhatikan bangunan ini memiliki ketinggian yang lebih dibandingkan dengan bangunan sekitarnya. Bangunan ini dulunya berada di atas pulau buatan yang dikelilingi danaau buatan. Bangunan ini memiliki beberapa ruangan dan pada bagian paling tinggi bangunan ini, anda dapat melihat Taman Sari dan Keraton dari ketinggian. Dahullu pulau buatan ini ditanami Bunga Kenanga, sehingga dinamakan Pulau Kenanga. 
Masih banyak cerita sejarah dari Taman Sari, jika anda penasaran sebaiknya anda berkunjung dan mendengar sendiri sejarah Taman Sari dari pemandu wisata lokal. Untuk mengunjungi tempat ini anda hanya membayar tiket masuk yang sangat murah. Berikut rinciannya : 

Local                 : IDR 5,000
Foreign              : IDR 15,000 
Camera             : IDR  3,000 / camera
Guide Tipping   : IDR 50,000 
*Kamera handphone tidak dikenakan charge 

Sugestion : 
  1. Membawa kamera/action camp
  2. Memakai topi dan kacamata 
  3. Memakai sunblock jika diperlukan 

Keistimewaan Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta

KERATON NGAYOGYOKARTO HADININGRAT

Keistimewaan Keraton Yogyakarta


Travelin Jogja - Yogyakarta merupakan salah satu Daerah Istimewa yang menjadi destinasi wisata ke dua setelah Bali. Tidak hanya wisatawan dalam negeri saja, tetapi wisatawan manca negara juga beramai-ramai berkunjung ke Yogyakarta ketika musim liburan/musim panas tiba. Sama halnya dengan Bali, Yogyakarta memiliki keunikan tersendiri sehingga menarik untuk dinikmati. Banyak tempat-tempat wisata yang layak untuk dicoba, mulai dari wisata alam, wisata budaya dan sejarah, wisata kuliner semuanya wajib anda coba. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Keistimewaan Keraton Yogyakarta.

Salah satu spot yang wajib anda kunjungi di Yogyakarta adalah Keraton Yogyakarta. Perlu anda ketahui bahwa Keraton Yogyakarta adalah istana kerajaan Yogyakarta yang sampai saat ini masih aktif. Raja dari kerajaan ini bergelar Sultan Hamengkubuwono X. Kerajaan ini merupakan pecahan dari kerajaan Mataram Islam (1755) antara Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Keraton Yogykakarta berada di tengah Kota Yogyakarta dan berada di titik garis lurus antara Keraton Yogyakarta - Tugu Yogyakarta - dan Gunung Merapi.

Baca juga : Taman Sari Water Castle

Letak keistimewaan dari Kesultanan Yogyakarta adalah sejarah dan eksistensinya. Kesultanan Yogyakarta merupakan salah satu dari 183 kerjaaan yang masih aktif di Indonesia dan memiliki pengaruh yang besar dalam kemerdekaan Indonesia. Anda dapat melihat setiap aktivitas kerajaan jika anda mengunjungi Keraton Yogyakarta. Tidak hanya itu, keindahan nilai seni bangunan-bangun keraton yang masih kokoh berdiri menjadi daya tarik tersendiri. Keraton Yogyakarta masih menjaga tradisi dan budaya sampai saat ini. Berbagai upacara adat masih dilakukan di hari hari tertentu.

Untuk mengunjungi tempat ini anda hanya dikenakan biaya yang sangat murah. Berikut rincian biaya masuk Keraton Yogyakarta :


  • Local               :  IDR 5,000 - IDR 7.500
  • Foreign            :  IDR 15,000 
  • Kamera            :  IDR 3,000   
  • Guide Tipping  :  IDR 50,000 
  * Kamera handphone tidak dikenakan charge

Di dalam Keraton, ada banyak hal yang dapat kita lihat, antara lain : 
  • Aktifitas Abdi Dalem - Bila anda penasaran dengan Abdi Dalem, maka anda akan melihat apa saja yang dilakukan para Abdi Dalem setiap harinya di Keraton. Mereka sangat ramah terhadap pengunjung.
  • Kereta Kencana - Kereta Kencana adalah kendaraan yang dipakai oleh raja maupun kerabat kerajaan. Bila anda penasaran seperti apa kereta kencana tersebut, silahkan kunjungi Keraton Yogyakarta. 
  • Lukisan-lukisan karya Raden Saleh - Anda dapat melihat lukisan-lukisan karya Raden Saleh di ruangan khusus yang ada di keraton. Uniknya ketika anda memandang mata pada lukisan tersebut, maka seolah olah mata di lukisan tersebut memandang anda kemanapun anda berada. Namun anda tidak perlu takut karna anda anda akan ditemani oleh guide. 
  • Museum Batik - Museum ini berisi koleksi batik yang bermacam-macam jenisnya. Anda dapat mengenal beragam jenis batik Yogyakarta. 
  • Koleksi benda-benda kerajaan - Banyak benda-benda kerajaan yang dapat anda lihat di setiap ruangan seperti keramik, gelas, senjata, replika dan lain-lain. 
Bila anda ingin mengunjungi Keraton Yogyakarta, kami sarankan untuk berkunjung pada pagi hari (09.00 AM). Karena pada jam tersebut selalu diadakan pertunjukan seni setiap hari. Setiap hari menampilkan pertunjukan yang berbeda. Berikut adalah jadwalnya : 


Suggestion :


  1. Membawa kamera/action camp
  2. Berpakaian sopan tidak mengenakan topi selain blangkon
  3. Berperilaku sopan dan membuang sampah di tempat sampah.  

- Copyright © TRAVELIN JOGJA - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -