Blogger templates

Powered by Blogger.

Showing posts with label Culture. Show all posts

Mengulik Adat Sekaten di Yogyakarta


Mengulik Adat Sekaten di Yogyakarta

Apa sih sebenertnya Sekaten Itu?


Mengulik Adat Sekaten di Yogyakarta - Kalian pasti pernah dengar kan yang namanya Sekaten? Apa sih sebenernya Sekaten itu? Sekaten merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW selama 40 hari. Acara ini dimeriahkan dengan penabuhan gamelan pusaka di halaman Masjid Agung, pengajian-pengajian, dan puncaknya adalah Grebeg Mulud, yaitu dikeluarkannya gunungan-gunungan yang berisi hasil bumi. Tidak hanya itu, acara sekaten dimeriahkan dengan pasar malam di alun-alun utara Yogyakarta. Banyak stand-stand yang bisa anda kunjungi, mulai dari stand makanan khas lokal, jajanan yang jarang ditemui, pakaian murah, wahana permainan dll. 

Pasar Malam di Alun-Alun Utara


Awal mulanya, Sekaten merupakan upaya kerajaan-kerajaan Islam di tanah Jawa untuk menyebarkan agama Islam melalui kebudayaan. Adanya gamelan merupakan sebuah upaya menarik perhatian masyarakat agar datang ke masjid untuk mengikuti pengajian. Hingga saat ini, sekaten menjadi sebuah tradisi masyarakat Yoygakarta dan Solo untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Permainan Gamelan


Acara Sekaten dimulai dengan iring-iringan abdi dalem (abdi keraton) di hari pertama. Iring-iringan ini membawa gamelan yang akan dimainkan dari hari hingga hari ke tujuh. Di setiap Masjid Agung diadakan serangkaian pengajian. Pada puncak acara yaitu tanggal 12 Robiulawal (Hijriyah) diadakan grebeg Mulud atau Grebeg Maulud. Para prajurit keraton mengawal iringan gunungan dari istana Kemandungan menuju Masjid Agung. 

Masyarakat memperebutkan isi gunungan
Salah satu penjual mainan anak jaman dulu di Sekaten

Aneka kuliner di Sekaten

Baca Juga : Tips Liburan ke Kota Yang Belum Pernah Kamu Kunjungi
                   Rujak Es Krim Khas Jogja
                   Candi Kontroversial di Jawa

Awul-awul Sekaten (Jual pakaian murah)


Salah satu kuliner khas Sekaten. Endog Abang (Telur Merah)

Nah bagi Anda yang penasaran seperti apa meriahnya Sekaten di Jogja, langsung saja kunjungi Pasar Sekaten di Yogyakarta. Dijamin meriahnya..
Tag : ,

Ramayana Ballet

Ramayana Ballet

Prambanan Yogyakarta


Ramayana Ballet - Ramayana Ballet adalah sebuah seni pertunjukan tarian dan drama yang mengisahkan tentang kisah perjalanan Raden Rama dalam menyelamatkan sang istri Dewi Shinta dari Prabu Rahwana. Cerita dari kisah ini diekspresikan dalam sebuah drama dan tarian tanpa dialog. Hal inilah yang menjadikan Sendratari Ramayana sangat menarik untuk ditonton. 

Singkat cerita, di sebuah negeri yang bernama Mantili terdapat seorang putri raja yang sangat cantik yang bernama Dewi Shinta. Sang ayah yang bernama Prabu Janaka ingin mencari seorang pangeran yang akan dinikahkan dengan putrinya. Prabu Janaka menyelenggarakan sebuah sayembara memanah. Pemenang dari sayembara tersebut adalah Raden Rama Wijaya. Namun ada seorang raja dari Alengkadiraja bernama Prabu Rahwana yang juga ingin memperistri Dewi Shinta. Alasan Prabu Rahwana ingin memperistri Dewi Shinta adalah dia melihat sosok Dewi Shinta adalah titisan dari Dewi Widowati, orang yang sangat dia cintai. 

Pada suatu hari Raden Rama, Dewi Shinta dan Lesmana adiknya sedang dalam perjalanan dan diintai oleh Prabu Rahwana. Untuk mendapatkan Dewi Shinta, Prabu Rahwana mengubah anak buahnya (Marica) menjadi kijang, utuk menarik perhatian mereka. Ketika Dewi Shinta melihat kijang tersebut, dia terpesona dan menginginkannya. Raden Rama pergi untuk memburu kijang tersebut. Karena lama tidak kembali, Lesmana pergi untuk mencari Raden Rama. Lesmana membuat sebuah lingkaran pelindung agar Dewi Shita aman. Prabu Rahwana menggunakan siasat untuk menculik Dewi Shinta dan berhasil. Ketika Raden Rama dan Lesmana kembali Dewi Shinta sudah tidak ada, dan mereka mencarinya. Dalam pencarian tersebut, mereka bertemu dengan seekor burung Garuda bernama Jatayu dan memberitahukan dimana Dewi Shinta berada.Ketika Raden Rama dan Lesmana menuju Kerajaan Alengkadiraja, mereka bertemu dengan seekor kera putih bernama Hanoman dan mereka terlibat dalam sebuah kasus yang dialami Hanoman. 



Baca JugaTaman Sari Watercastle
                     Keistimewaan Keraton Yogyakarta 

Dalam drama pertempuran yang panjang, akhirnya pertempuran dimenangkan oleh pihak Raden Rama dan menyelamatkan Dewi Shinta. Namun muncul keraguan Raden Rama bahwa Dewi Shinta sudah tidak suci lagi. Dewi Shinta membuktikannya dengan pengorbanan diri. Raden Rama pun menerima Dewi Shinta kembali, namun setelah Dewi Shinta hamil, Dewi Shinta dibuang di hutan dan melahirkan anak kembar. Anak tersebut kelak akan melakukan pemberontakan kepada ayahnya. 




Cerita Ramayana Ballet tersebut sungguh menarik untuk diikuti. Banyak scane yang tidak kami ceritakan karna cerita tersebut panjang. Pementasan Ramayana Ballet digelar di pelataran Candi Prambanan. Panggung pementasannya terbuka (open air theater) dengan background Candi Prambanan, namun jika di musim hujan, pementasan dilaksanakan di gedung (Indoor). 

Tag : ,

Taman Sari Watercastle

Taman Sari Water Castle

Taman Sari Watercastle

The Fragrant Garden


Taman Sari Watercastle - Pada postingan sebelumnya, kami telah membahas tentang Keraton Yogyakarta. Kali ini kami akan membahas tentang Taman Sari Watercastle. Taman Sari terletak di sebelah Barat Keraton Yoygakarta. Karena letaknya yang berdekatan dengan Keraton Yogyakarta, tidak ada salahnya anda mengunjungi Taman Sari sebagai destinasi anda selanjutnya. Apa yang menarik dari Taman Sari? Mari kita bahas lebih rinci.

Taman Sari dibangun pada tahun 1758 - 1765/9 pada awal masa berdirinya Keraton Yogyakarta yang dipimpin oleh Sultan Hamengkubuwono I. Ketika Mataram Islam terpecah menjadi 2 bagian, Sultan Hamengkubuwono I mendapat setengah wilayah Mataram Islam dan mendirikan pusat pemerintahan di sebuah area pesanggrahan (tempat beristirahat) yang dulunya dipakai sebagai tempat peristirahatan bagi rombongan Kerajaan Mataram jika ingin ke Imogiri (Makam para raja Mataram Islam). Sultan Hamengkubuwono diakui memiliki keahlian dalam bidang tata ruang. Beliau mendirikan taman dan pemandian Raja dan Putri Kerjaan. Awalnya taman yang dikenal dengan The Fragrant Garden ini memiliki luas kurang lebih 10 hektare yang memiliki sekitar 57 bangunan berupa gedung, kolam pemandian, kanal air, jembatan gantung, danau buatan, pulau buatan, serta lorong bawah air. Namun saat ini bangunan yang masih tersisa hanya di bagian barat daya kedhaton saja. 

Umbul Pasiraman


Umbul Pasiraman - Ketika anda berkunjung ke Taman Sari, anda akan melihat bangunan yang indah dan kolam yang dulunya dipakai untuk mandi para istri raja. Kolam tersebut cukup luas, terbagi menjadi 3 bagian. Dulunya kompleks ini merupakan wilayah pribadi raja dan hanya raja dan para permaisuri dan selir saja yang diperbolehkan masuk wilayah ini.


Sumur Gumuling (Underground Mosque)


Sumur Gumuling - Bangunan ini dulunya merupakan masjid yang digunakan untuk sholat. Bangunan berbentuk lingkaran yang mana di tengah bangunan terdapat 4 tangga yang yang terhubung menjadi satu dan 1 tangga yang menghubungkan antara lantai 1 dan lantai 2. Di bagian bawah tangga terdapat kolam yang digunakan untuk berwudhu (bersuci) ketika hendak sholat. Bangunan ini memiliki desain arsitektur yang unik dan hingga sekarang bangunan ini masih terpelihara. 

Gedhong Gapura Hangeng


Gedhong Gapura Hangeng - Bangunan ini merupakan pintu gerbang utama taman kerajaan. Hal ini dibuktikan dengan kemegahan dan desainnya yang mengagumkan. Namun saat ini, pintu gerbang ini tidak difungsikan lagi. Pintu masuk bagi pengunjung dialihkan ke pintu bagian timur yang dulunya merupakan pintu keluar. Pintu gerbang ini memiliki beberapa ruangan di kedua sisinya. Anda dapat masuk dan melihat ruangan-ruangan tersebut. 

Pulo Kenongo (Pulau Kenanga)


Pulo Kenongo - Jika anda perhatikan bangunan ini memiliki ketinggian yang lebih dibandingkan dengan bangunan sekitarnya. Bangunan ini dulunya berada di atas pulau buatan yang dikelilingi danaau buatan. Bangunan ini memiliki beberapa ruangan dan pada bagian paling tinggi bangunan ini, anda dapat melihat Taman Sari dan Keraton dari ketinggian. Dahullu pulau buatan ini ditanami Bunga Kenanga, sehingga dinamakan Pulau Kenanga. 
Masih banyak cerita sejarah dari Taman Sari, jika anda penasaran sebaiknya anda berkunjung dan mendengar sendiri sejarah Taman Sari dari pemandu wisata lokal. Untuk mengunjungi tempat ini anda hanya membayar tiket masuk yang sangat murah. Berikut rinciannya : 

Local                 : IDR 5,000
Foreign              : IDR 15,000 
Camera             : IDR  3,000 / camera
Guide Tipping   : IDR 50,000 
*Kamera handphone tidak dikenakan charge 

Sugestion : 
  1. Membawa kamera/action camp
  2. Memakai topi dan kacamata 
  3. Memakai sunblock jika diperlukan 

- Copyright © TRAVELIN JOGJA - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -